Akhirnya akupun akan melalui semuanya, dihari aku akan melepaskan kamu .
melepaskan seluruhnya perasaan ini .
Oke, sebenernya kacau banget siih kalau kita dah terlanjur bohong sama orang yang dah menaruh kepecayaan penuh sama kita. apalagi orangnya sampek tau kalau kita dah bohongin dia, haaiissh rasanya meskipun nangis sampek berdarah-darahpun ga bakalan cukup buat menyesalinya.
Gatau apa juga yang ada dipikiranku, well mungkin kalian nyebut aku jahat but I'm not that bad, trust me ! I just, in Love.........
Hanya mungkin aku jatuh cinta disaat yang gak tepat, aku ga bilang salah ataupun benar hanya gak tepat. Ga ada yang salah untuk cinta menurutku, tapi ga ada yang benar juga saat kita menduakannya. Yap, aku hanya jatuh cinta hanya saja ini orang kedua. aku mengira aku sudah tak bisa lagi jatuh cinta pada yang lain tapi kali ini aku akui ini berbeda, dia memberku kebahagiaan melalui kesederhanaannya. mungkin bisa saja aku memilihnya dan meninggalkan dia yang sebelumnya, tapi aku tak setega dan sejahat itu.
Hatiku ini tinggal setengah, setengah ada padanya setengah di aku, tapi sekarang keduanya telah mengambilnya. Do you know what I feel actually ? Hampa. aku hanya lelah menjaga perasaan mereka berdua. Gak tau musti gimana, akhirnya aku biarin aja smua mengalir. Tapi semakin aku biarkan mengalir aku smakin keliru aku smakin buntu aku semakin terjebak dengan perasaanku sendiri. Sebel, marah, Sakit, pengen teriak, andai aja kita bisa akrab 4th lebih dulu mungkin aku bisa milih kamu. Tapi buat apa aku menyesali soal pertemuan kita, mungkin aja ini udah jalan Allah untuk mengatur petemuan kita. samapai saat ini mungkin aku belum resmi menjadi milik siapa-siapa dan aku berhak untuk memilih siapa saja yang akan menemaniku untuk hidupku selanjutnya, but it's not that easy ! Apalagi kalo kita dah punya satu komitmen dan impian impian masa depan dengan orang sebelumnya, masa tega kita hancurin gitu aja.
Dari sini aku mulai bohong, jujur aku masih susah ngelepas dia. Ngelepas ?? bahkan aku belum memilikinya. Maka dari itu sejenak saja aku ingin ngerasa aku memilikinya dan kemudian melepaskannya perlahan. Aku tau ada seseorang disisi yang lain yang selalu menungguku, aku mohon hanya bersabarlah untukku aku hanya akan menyelesaikan perasaanku dengannya dan kembali padamu, aku sadar kaupun tersakiti karna aku tapi dia juga tersakiti karena aku. Sejenak saja aku ingin memeluknya, menemani harinya hanya untuk sesaat dan kemudian membiarkannya dan smua kenangannya berlalu. Mungkin aku sedikit egois tapi biarlah untuk kali ini saja.
Kita ga akan pernah tau apa yang direncanakan cinta, tapi aku sendiripun aku menguatkan hatiku untuk melepasmu pada saatnya nanti. Aku tidak akan meninggalkanmu sepenuhnya,tidak. Aku akan tetap disisimu sebagai sahabatmu, mungkin sedikit susah bahkan mungkin sangat susah merubah perasaan dari cinta menjadi sahabat, tapi jika itu memang cara terbaik untuk tetap berada disisimu aku akan berusaha menjadi sahabatmu tidak kurang dan tidak lebih. Biarlah kusimpan sendiri semua perasaanku tentangmu hingga tak akan ada orang yang tau. Dan aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu, karena mendoakanmu adalah cara terbaikku untuk mencintaimu secara rahasia.
So please, be brave, be strong, always do the best in your life because I love you deep inside.
Hanya mungkin aku jatuh cinta disaat yang gak tepat, aku ga bilang salah ataupun benar hanya gak tepat. Ga ada yang salah untuk cinta menurutku, tapi ga ada yang benar juga saat kita menduakannya. Yap, aku hanya jatuh cinta hanya saja ini orang kedua. aku mengira aku sudah tak bisa lagi jatuh cinta pada yang lain tapi kali ini aku akui ini berbeda, dia memberku kebahagiaan melalui kesederhanaannya. mungkin bisa saja aku memilihnya dan meninggalkan dia yang sebelumnya, tapi aku tak setega dan sejahat itu.
Hatiku ini tinggal setengah, setengah ada padanya setengah di aku, tapi sekarang keduanya telah mengambilnya. Do you know what I feel actually ? Hampa. aku hanya lelah menjaga perasaan mereka berdua. Gak tau musti gimana, akhirnya aku biarin aja smua mengalir. Tapi semakin aku biarkan mengalir aku smakin keliru aku smakin buntu aku semakin terjebak dengan perasaanku sendiri. Sebel, marah, Sakit, pengen teriak, andai aja kita bisa akrab 4th lebih dulu mungkin aku bisa milih kamu. Tapi buat apa aku menyesali soal pertemuan kita, mungkin aja ini udah jalan Allah untuk mengatur petemuan kita. samapai saat ini mungkin aku belum resmi menjadi milik siapa-siapa dan aku berhak untuk memilih siapa saja yang akan menemaniku untuk hidupku selanjutnya, but it's not that easy ! Apalagi kalo kita dah punya satu komitmen dan impian impian masa depan dengan orang sebelumnya, masa tega kita hancurin gitu aja.
Dari sini aku mulai bohong, jujur aku masih susah ngelepas dia. Ngelepas ?? bahkan aku belum memilikinya. Maka dari itu sejenak saja aku ingin ngerasa aku memilikinya dan kemudian melepaskannya perlahan. Aku tau ada seseorang disisi yang lain yang selalu menungguku, aku mohon hanya bersabarlah untukku aku hanya akan menyelesaikan perasaanku dengannya dan kembali padamu, aku sadar kaupun tersakiti karna aku tapi dia juga tersakiti karena aku. Sejenak saja aku ingin memeluknya, menemani harinya hanya untuk sesaat dan kemudian membiarkannya dan smua kenangannya berlalu. Mungkin aku sedikit egois tapi biarlah untuk kali ini saja.
Kita ga akan pernah tau apa yang direncanakan cinta, tapi aku sendiripun aku menguatkan hatiku untuk melepasmu pada saatnya nanti. Aku tidak akan meninggalkanmu sepenuhnya,tidak. Aku akan tetap disisimu sebagai sahabatmu, mungkin sedikit susah bahkan mungkin sangat susah merubah perasaan dari cinta menjadi sahabat, tapi jika itu memang cara terbaik untuk tetap berada disisimu aku akan berusaha menjadi sahabatmu tidak kurang dan tidak lebih. Biarlah kusimpan sendiri semua perasaanku tentangmu hingga tak akan ada orang yang tau. Dan aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu, karena mendoakanmu adalah cara terbaikku untuk mencintaimu secara rahasia.
So please, be brave, be strong, always do the best in your life because I love you deep inside.
No comments:
Post a Comment